Kamis, 19 Mei 2011

BATAM ISLAND DISTRICK BAGIAN DARI KEPULAUAN RIAU

Dulu airasia terletak di terminal 1A tapi sekarang 3 bandara soetta, ini webnya : www.airasia.com
 terminalnya bersihh banget dan rapi, nampak para penumpang yang akan check in,, rapi bener ngantrinya kayak mo makan baso, heheheh
 ini neh dalemnya kebetulan waktu itu aq di zona 6

siap siap landing di hang nadim airport jarak tempuh jakarta - batam 1.30 menit yahh cukup lama lah melayang layang di udara. banyak maskapai yang melayano rute CGK-BTH dulu masih ada airasia tapi sekarang udah gak ada tapi sekarang di gantiin ama citilink. webnya : www.citilink.co.id
okayy saatnya kita landing nampak jembatan barelang dari ketinggian.
 TAK KALAH MENARIK SI MASCOT KOTA BATAM' BARELANG BRIDGE ALIAS JEMBATAN BARELANG' kalian bisa kelilingi tuh jembatan dari mahkota pertama ampe mahkota selanjutnya lebih asik pake motor coz bisa liat view yang indaaaaaahhhhhhh banget,PERLU DI KETAHUi JEMBATAN BARELANG BERASAL DARI KATA BATAM-REMPANG-GALANG yaitu jembatan yg mengubungkan antara ketiga pulau tersebut,,ada pula yg menyebutnya sebagai jembatan HABIBIE, coz jembatan ini di bangun pada masa pemerintaha presiden habibie.UNTUK MAKANAN, dibatam gudangnya seafood jangan pernah mpe kelupan yaitu nyobain makanan laut yg namanya' GONGGONG' yaitu sejenis keong laut yg rasanya ajibb banget,,DI BATAM JARANG KENDARAAN UMUM ADANYA TAXI BISA TAXI RESMI ATO TEMBAKAN ,, tp enakan sewa motor aja batam gak luas kok, pergi kemanapun ujung ujung disitu situ terus,batam banyak pabrik,restoran seafood,masakan chinese,hotel sama hm hm hmm cewek chinese yg cute cute and putih putih.happy nice trip bro!!
barelang di malam hari:


manztab kan nyesel deh klo gak coba ke sono makanya hayukk agan agan mari beramai ramai menginjak kan kaki di kota batam.

kebanyakan cerita ne tiba saatnya kita landing neh siutttttttttt gubrang gubra brug pesawat mendarat dengan selamat..nehh airportnya
tiba deh saatnya kita menikmati indahnya kota batam.

Jika bepergian ke suatu daerah, tentu kita ingin mendapat kesempatan mencicipi makanan khas daerah tersebut. Saat ada tugas ke luar kota, kita harus pandai menyisihkan waktu untuk bisa mencicipi makanan khas ini, entah di saat makan siang maupun makan malam. Begitu keluar dari bandara Hang Nadim, teman dari Batam menawarkan untuk makan siang di Batam Centre Mal, tentu saja tawaran ini tak kami tolak, apalagi dia cerita bahwa masakan “Yong Kee Restaurant Istimewa” sangat terkenal, dan telah berpengalaman belasan tahun.

Sup ikan Yong Kee Istimewa di Batam Centre Mal
Cuaca yang tak bersahabat, menyebabkan perjalanan dari Jakarta ke Batam terasa sekali goncangannya, membuat makan di pesawat juga kurang nyaman. Karena perut sebagian telah terisi oleh makanan di pesawat Garuda, kami hanya memesan sup ikan, yang menjadi ciri khas restoran ini. Untuk sayurnya, kami memesan Ca Kailan, ternyata disini Ca Kailan diberi tambahan irisan wortel. Begitu merasakan satu suapan, saya terhenyak… sedaap sekali ….badan langsung terasa hangat setelah selesai menyantap sup ikan ini.


Yong Kee Istimewa
Untuk minum, kembali pada aturan pokok, yaitu harus minum panas agar badan tak masuk angin, jadi saya sendiri memesan hot lemon tea. Selesai makan, saya nyaris tak bisa berdiri karena kekenyangan. Namun waktu terus berlalu, perjalanan masih panjang, kami masih harus naik ferry menyeberang laut untuk menuju Tanjung Pinang, kemudian jalan darat ke arah Lagoi.


Kami langsung menuju pelabuhan Telaga Punggur di Batam, naik ferry “Citra Indah” menuju ke pelabuhan Sri Bintan Pura, di Tanjung Pinang. Sempat mampir sebentar di rumah saudara teman, di dekat Sei Jang untuk ikut sholat, kemudian terus menuju Lagoi. Makan di Nirwana Gardens Hotel, yang diperuntukkan bagi para peserta dan pembicara seminar, tak perlu saya ceritakan, karena makanan hotel terutama yang telah berbintang empat, relatif sudah standar. Selesai temanku menjadi pembicara seminar, kami segera bertolak dari Lagoi kembali ke Tanjung Pinang, langsung ke rumah mertua teman. Di sana sudah ada beberapa saudara yang berkumpul, karena suami temanku memang asli Tanjung Pinang dan berasal dari keluarga besar. Omong-omong, akhirnya disepakati  sebaiknya makan malam bersama di “Nelayan Seafood Restaurant” agar semua keluarga bisa bertemu, karena jika datang dari rumah ke rumah waktunya tak cukup, karena besok pagi-pagi harus kembali ke Batam, kemudian ke Jakarta. Lokasi Nelayan Seafood Restaurant ini di pinggir Sei Jang (sungai Jang) sehingga  bisa menikmati makan malam sambil mendengarkan riak air sungai.

Berbagai sajian khas Nelayan Seafood Restaurant di dekat Sei Jang


Gonggong, enak dimakan dengan sambal kacang
 Gonggong ini sampai dibuat patungnya, di jalan dari arah pelabuhan Sri Bintan Pura ke arah kota, dan konon banyak orang yang berfoto di dekat patung gonggong tersebut. Saat melihat bentuknya, sebetulnya saya merasa “takut”, namun saya merasa tak enak kalau tak mau mencoba…..perasaan yang sama seperti saat pertama kali mencicipi sasimi (makanan khas Jepang, dari ikan/daging mentah). Mengapa saya agak takut, karena gonggong ini yang sebetulnya sejenis kerang, menurut saya lebih mirip bekicot yang suka jalan-jalan di rerumputan dan makan daun tanaman. Tapi gonggong yang dimakan ini hidup di air laut.
Cara makannya dengan menarik ekor tubuh yang lunak (yang ujung berwarna hitam tak boleh dimakan), kemudian mencocolkannya di sambal. Sambal sebagai teman makan gonggong merupakan sambal kacang, ada rasa asam manisnya, yang saya perkirakan berasal dari campuran nenas dan kacang tanah. Rasanya kenyal-kenyal gurih, dan untuk perkenalan pertama saya cukup memakan dua gonggong saja dulu, karena kadar kolesterol di gonggong sangat tinggi. Makanan lain yang menarik adalah udang, namun saya juga cuma mengambil satu ekor udang saja. Dan makanan yang saya serbu tanpa kenal takut adalah tim ikan kerapu, rasanya segar dan hangat karena tim ikan kerapu ini ditaburi irisan jahe yang masih muda, awalnya saya kira irisan bengkoang, ditambah irisan daun bawang yang diiris tipis panjang dan irisan cabe merah. Wahh…rasanya benar-benar nikmat.

"Kek Pisang Villa" yang terkenal

"Kek Pisang Villa" di Nagoya Center
Malam itu saya benar-benar kekenyangan,  tidur nyenyak di hotel Comfort Tanjung Pinang. Besoknya, setelah makan pagi, kami segera menuju pelabuhan Sri Bintan Pura, untuk melanjutkan perjalanan ke Batam. Sempat mampir ke jalan Sumatra,  saya diberi oleh-oleh otak-otak oleh Encik Azwar. Terimakasih encik…..otak-otaknya sungguh enak. Setelah di rumah, saya mencoba mencicipi otak-otak dari Tanjung Pinang ini, awalnya mencari padanan sambalnya, rupanya otak-otak Tanjung Pinang sudah diberi bumbu dan langsung dimakan begitu saja, yang berbeda dengan otak-otak Makassar dan Palembang, yang cara makannya perlu di cocol sambal lebih dulu. Oleh teman dari Batam, kami diajak ke Nagoya Centre, untuk membeli oleh-oleh khas Batam, yaitu “Kek Pisang Villa” yang letaknya persis di sebelah Hotel Nagoya Plaza.
Selanjutnya kami segera pergi ke Bandara agar tak ketinggalan pesawat. Pengalaman mencicipi makanan di Kepulauan Kepri ini benar-benar tak terlupakan, terutama karena ditemani oleh teman dan keluarga nya yang mengasyikkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar